Minggu, 26 Februari 2012

PESAN AGUNG BAGINDA RASULULLAH SAW 1400 TAHUN YANG LALU


Ada sebuah pesan Rasulullah SAW yang telah disampaikan 1400 tahun yang lalu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim ...pesan ini cukup sederhana, mulia, tapi berbobot...

Rasulullah SAW bersabda :
"MAN KAANA YU'MINU BILLAHI WAL YAUMIL 'AKHIRI = barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir (kiamat)...


(1). FALAA YU'DZIIJAAROHU = janganlah menyakiti tetangga

Memang agama Islam ini diturunkan sebagai agama Rahmatan Lil Alamin (Rahmat bagi seluruh alam). Oleh karena itu  seorang muslim yang mengaku telah beriman kepada Alloh dan hari akhir setidak-tidaknya bisa menjadi cerminan kemuliaan agama Islam. Seorang muslim setidak-tidaknya bisa menjadi etalase. Bisa menjadi contoh. Seperti apa sih Islam itu sebenarnya. Jadi hendaknya seorang muslim itu bisa menjadi ibarat etalase-etalase kecil agama Islam. Baik di lingkungan kita tinggal, di lingkungan kerja kita, dan dimana saja kita melakukan aktifitas hidup.
Sungguh Rasulullah SAW demikian santun menyindir kita dengan sabdanya YU'DZII JAAAROHU=janganlah menyakiti tetangga. Makna tetangga ini bisa diperluas dengan bermasyarakat dalam arti luas. Bernegara dan berbangsa.
Menyakiti tetangga saja dilarang apalagi melakukan kekerasan, dan perbuatan tercela lainnya.

(2) FAL YUKRIM DHOIFAHU = muliakanlah tamu

Seseorang yang suka memuliakan tamu biasanya juga memiliki sifat penyayang. Mereka senantiasa memiliki sikap Husnudzon (baik sangka) terhadap makhluk Alloh swt, terlepas siapa tamu yang datang tersebut. Maka pantaslah apabila Rasulullah SAW mengistimewakan orang ini dalam salah satu sabdanya : "MAN LAYARHAMUNNAAS LAYARHAMUHULLOOHU (Artinya : Barang siapa yang tidak menyayangi manusia maka ia tidak akan disayangi oleh Alloh swt) (HR>Bukhari-Muslim). 

(3) FALYAQUL KHOIRAAN 'AULIYASKUT = ucapkanlah yang baik atau diamlah

Memang terkadang seseorang yang terlalu banyak bicara yang kurang bermanfaat terkadang lupa diri dan kadang terlontar kalimat-kalimat yang mubadzir. Sia-sia. Berupa gunjingan, gosip, fitnah bahkan kata-kata yang bisa melukai perasaan orang lain. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan bagi orang-orang yang "merasa beriman" dengan sabdanya : " LAISAL MU'MINU BITHO'AANIN WALA BILA'ANIN WALA BILFAAHISYI WALA BIL BADZIYIN" (Artinya " Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencerca, dan bukan yang suka menjuluki, dan bukan yang suka berbuat keji, dan bukan pula orang yang suka omong keji) (HR>Muslim).

Jadi bila selama ini kita suka mencerca. Menghina. Memfitnah. Suka menjuluki seseorang dengan julukan yang hina dengan maksud menjatuhkan harga diri seseorang, mungkin karena kita merasa telah sukses, telah kaya, telah menjadi pejabat, atau kita "mengikarkan diri" sebagai keluarga terhormat sehingga bisa "semau gue" menjuluki seseorang yang status sosialnya "kurang beruntung". Suka berbuat keji/rendah/hina menurut pandangan agama atau suka berbicara keji. Maka kita perlu hati-hati, jangan jangan kita tidak dimasukkan ke dalam golongan orang-orang mukmin sebagaimana sabda Rasulullah saw di atas. Betapa meruginya kita menjalani hidup selama ini apabila kita hanya digolongkan ke dalam "orang-orang pendusta agama" (QS. Al-Maa'uun ayat 1). Sholat kita dusta. Dzikir kita dusta. Haji kita dusta. Dan ibadah-ibadah kita dinilai dusta oleh Alloh SWT.  Naudzubillahi min dzaliik...


 

sumenep, 24 November 2011 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar