Senin, 30 April 2012

MARI BERSYUKUR


Sering kita merasa "terjebak" dengan anggapan diri bahwa dengan amal yang telah kita lakukan akan bisa mengantarkan kita memasuki syorga Alloh SWT...terkadang kita merasa "BANGGA" sendiri melebihi amal ibadah yang telah dilakukan orang-orang di sekitar kita bahwa kita sepertinya orang yang "paling" sholeh atau yang paling sholehah...tidak ada orang yang ibadahnya benar kecuali saya...sehingga "MERASA BANGGA ...MERASA BENAR SENDIRI dan SOMBONG" inilah sifat iblis yang tanpa sadar kita lakukan...kata orang "SOK SUCI...SOK SOLEH...SOK SHOLEHAH..." naudzubillahmindzalik...

Dalam sebuah Hadits Riwayat Shahih Muslim yang cukup panjang, diriwayatkan dari Muhammad bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah SAW datang kepada kami, lalu Rasulullah Muhammad SAW bersabda:


”Baru saja Jibril datang kepadaku tadi, Jibril berkata:



”Hai Muhammad, Demi Allah: ”Bahwasanya ada seseorang melakukan ibadah kira-kira lima ratus tahun diatas puncak sebuah gunung yang luas, panjangnya 30 X 30 hasta, dan lautan yang melingkar di sekitarnya seluas 4000 farsakh dari setiap penjuru, di bawah gunung tersebut terdapat sumber air jernih kira-kira satu jari lebarnya, dan terdapat pula pohon buah delima yang sengaja disediakan oleh Allah untuknya dimana setiap hari mengeluarkan buahnya satu biji.
 Setiap sore sesudah berwudlu, buah tersebut diambil dan dimakan, kemudian dia melakukan shalat seraya berdo’a mohon diambil nyawanya ditengah tengah melakukan sujud, agar tubuhnya tidak tersentuh Bumi atau yang lainnya, hingga ia bangkit di hari kiamat tengah bersujud kepada Allah. Maka permohonannya dikabulkan Allah, karena itu setiap kami lewat (naik-turun Langit) pasti dia tengah bersujud.”
 Jibril:”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz , bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada ALLAH, FirmanNya:”Masukkanlah hamba-Ku ini ke sorga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Melainkan karena amalku semata.” 



Lalu Allah SWT menyuruh malaikat untuk menghitung semua amalnya dibanding nikmat pemberian-Nya, dan ternyata setelah penotalan amal keseluruhan selesai, dan dimulai dengan menghitung nikmatnya mata saja sudah melebihi pahala ibadahnya sepanjang 500 tahun , padahal nikmat-nikmat yang lain-lainnya jauh lebih besar dan berharga .



Lalu Allah SWT berfirman: ”Lemparkan ia ke dalam neraka.” Kemudian malaikat membawanya dan akan dilemparkan ke dalam neraka, tetapi di tengah perjalanan menuju neraka, ia menyadari kekeliruannya dan menyesal seraya berkata:”Ya Allah, masukkanlah aku ke surga karena Rahmat-Mu.”



Akhirnya Firman-Nya kepada Malaikat:”Kembalikanlah ia.”
Lalu ditanya ia:”Siapakah yang menciptakan kamu dari asalnya (tiada)?.”
Jawabnya:”Engkau ya Allah.”
Lalu hal itu dikarenakan amalmu ataukah Rahmat-Ku?.”
Jawabnya:”Karena Rahmat-Mu.”



Siapakah yang menguatkanmu beribadah selama lima ratus tahun?.”
Jawabnya lagi:”Engkau ya Allah.”



“Dan siapakah yang menempatkan kamu diatas Gunung dikelilingi lautan di sekitarnya, di kaki Gunung tersebut memancar sumber air tawar, dan tumbuh pohon delima yang buahnya kau petik setiap sore, padahal menurut hukum adat, delima hanya berbuah sekali dalam setahun, lalu kau minta mati dalam keadaan bersujud, siapa yang melakukan itu semua?.”



Jawabnya:” Engkau ya Allah.” Firman-Nya:”Maka sadarlah kamu, bahwa itu semua adalah semata karena rahmat-Ku , dan sekarang Aku masukkan kamu ke surga semata karena rahmat-Ku .”



Kemudian Jibril berkata:”Segala-galanya dia alam ini bisa terjadi/ada, semua hanya karena rahmat ALLAH  semata.



Mengapa ini semua bisa terjadi? Bukankah hamba itu sudah sedemikian rajinnya beribadah?Dari sini, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil, diantaranya:
1. Jangan terjebak dengan sombong / bangga / menyebut-nyebut / mengungkit amal kita



Kita semua tahu bahwa Iblis tadinya ialah golongan jin yang berhasil menjadi pemimpin para Malaikat dahulu kala. Banyak tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh para malaikat namun dapat diselesaikan oleh Iblis. Sekian juta tahun lamanya mengabdi danberprestasi hingga akhirnya perlahan menduduki jabatan tinggi sampai menjadi pemimpin para Malaikat. Namun, semua itu hancur lebur karena Iblis merasa lebih baik dibanding manusia.



Dalam beberapa ayat Qur'an:
QS.7 A'raaf:12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (hormat) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya : Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".



QS.38 Shaad:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya , karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".



2. Agar kita merasa kurang beramal dan tetap terus beramal
Seseorang yang sudah merasa cukup amal maka sadar atau tidak maka dia menjadi agak kendur beramalnya karena sudah merasa kurang perlu beramal lagi



3. Lupakan amal baikmu, ingatlah dosamu
Ibarat pepatah: lupakanlah kebaikanmu, ingatlah kesalahanmu, karena engkau tidak tahu apakah amalmu diterima atau tidak dan engkau pun tak tahu dosamu sudah diampuni atau belum.



4. Sadar bahwa semua amal apapun yang telah kita lakukan maka tidak akan pernah dapat     menebus nikmat yang telah Allah berikan pada kita.



Dalam sebuah Hadits:
Para Sahabat bertanya: Ya Rasul, jika aku telah mencukupi semua kebutuhan orang tuaku, apakah itu berarti aku telah membalas jasanya?Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Tidak, sekali-kali kamu tidak akan pernah dapat membalas jasa kedua orang tuamu.



JIKA MEMBALAS JASA PADA ORANG TUA SAJA KITA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU, LALU DAPATKAH KITA MEMBALAS JASA YANG TELAH ALLAH BERIKAN PADA KITA???



5. Yang 500 Tahun ibadah siang puasa malam shalat tiap hari dengan kwalitas ibadah yang luar biasa saja belum tentu masuk surga, lalu bagaimana dengan kwantitas yang sedikit dan juga kwalitas shalat yang sedemikian rupa? Badannya shalat, namun pikiran melayang kemana-mana? Dzikir saja jarang apalagi puasa sepanjang ratusan tahun? Beranikah menjamin surga bagi kita pribadi?



6. Lalu bagaimana yang tidak pernah shalat? Aurat terbuka? Tidak berkerudung? Gosip sana-sini? Ganggu pasangan orang lain melalui Facebook? Browsing gambar & Film tidak karuan? Download ini & itu? Mubadzir waktu, tenaga? Mari saudaraku kita sama-sama mengingati sesama insan



Dalam menyikapi amal ibadah mari kita selalu berpedoman bahwa semua ibadah yang kita lakukan semata-mata demi pengabdian kita kepada Alloh SWT...seperti apa yang difirmankan  Alloh SWT : "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia KECUALI untuk beribadah kepada-Ku". Mari kita mereset focus ibadah kita hanya semata-mata demi pengabdian kepada Alloh SWT. Tiada maksud lain. Mari, tetaplah dalam harap dan cemas pada Allah.
Berharap agar amal diterima...berharap agar pengabdian kita dapat ridlo-Nya...berharap agar pengabdian kita tulus ...berharap agar dosa diampuni, namun cemas karena kurang amal, amal tidak diterima dan dosa tidak diampuni.

sumber materi :

 http://img1.blogblog.com/img/icon18_email.gif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar