Minggu, 10 Februari 2013

KETIKA ALLOH MENGERAHKAN TENTARANYA UNTUK MENGAMBIL MILIK-NYA

Bencana alam,
Tragedi kematian,
Gudang terbakar,
Kapal laut tengggelam,
Pesawat udara jatuh,
Tabrakan kereta api,
apakah kita bisa melihat dengan mata hati
rahasia apa di balik semua itu?
hikmah apa yang bisa kita tangkap dari kejadian semua itu?
apakah kita menganggap kejadian-kejadian di atas adalah hal yang lumrah...wajar...alamiah...kodrat alam...
ataukah kita berpikir bahwa seharusnya semua kejadian ini tidak harus terjadi apabila segalanya dipersiapkan dengan maksimal, total dan mempergunakan teknologi yang modern ...
bahkan sebagian kalangan menganggap bahwa semua ini hanyalah akibat kelalaian manusia saja...
akhirnya bila kecelakaan terjadi maka mereka terjangkiti virus "Andai ...."
andai saja tidak naik pesawat tentu tidak ikut terbakar bersama pesawatnya ....
andai saja tidak naik bus tentu tidak ikut masuk jurang bersama busnya....
andai saja penumpang perahu dikurangi tentu kemarin saat ombak besar datang perahu tidak sampai tenggelam...
andai saja rakyat memasak tidak pakai LPG tentu tidak sampai terjadi korban ledakan LPG dimana-mana...
andai saja kereta api tidak berangkat pada waktu yang sama tentu tidak akan terjadi kecelakaan kerata api...
andai saja...andai saja...dan segala macam andai yang bisa menggelincirkan kita pada gelombang penyesalan tiada akhir...
dan ujung-ujungnya kita kufur nikmat...dan kita terjerumus dalam jebakan syetan dengan segudang penyesalan diri...bila hal ini dibiarkan terus maka jangan-jangan kita terjerembab dalam "taklukan atau penyembah" doktrin syetan...
Alloh SWT berkali-kali memperingatkan kita selaku bani Adam : "Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian hai Bani Adam agar kalian tidak menyembah syetan. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian" (QS>Yaa siin ayat 60)
Selaku orang beriman janganlah melupakan ayat kunci bagaimana menyikapi kejadian-kejadian di atas yaitu pernyataan Alloh SWT yang termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh ayat 155 yang artinya " Dan Kami PASTI akan menguji kamu dengan sedkit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
Tidak ada manusia yang terlepas dan bisa lolos dari pernyataan Alloh SWT tersebut. Tidak pandang bulu orang kafir, orang beriman maupun atheis. Lalu apa bedanya orang beriman dengan orang kafir dalam mensikapi ayat tersebut?
Tentu saja Alloh SWT lebih mengistimewakan orang-orang beriman sebagaimana kalimat terakhir : "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." Siapa mereka? Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata :"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun (Sesungguhnya kami milik Alloh dan kepada-Nyalah kami kembali). (QS. Al-Baqarah ayat 156)
Memang berat melakukan kesabaran. Ucapan tidak sekedar ucapan namun bisa melihat dengan mata hati bahwa semua yang ada di dunia ini tidak lain adalah milik Allah Swt yang dititipkan kepada Mahkluk-Nya. Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah sekedar ujian bagi makhluk siapa diantara mereka yang tetap berpegang teguh pada ketentuan Allah swt ataukah mereka kufur terhadap apa-apa yang dititipkan-Nya di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar